MEMILIH IMPIAN

memilih
“Jika Anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada Anda. Sebaliknya, jika Anda keras pada diri sendiri, maka dunia akan lunak kepada Anda.”

Lunak berarti terlalu banyak mentolelir kehidupan, keras berarti mendisiplinkan diri. Maka perkuatlah kebiasaan keras kepada diri sendiri. Disiplin, rajin, bekerja keras, ulet, berani, tegas, pantang menyerah, serta berbagai sikap kaya mental harus terus kita tanamkan. Hanya dengan sikap tersebut, kita akan jadi manusia yang lugas dalam meladeni hadangan, luwes dalam melewati tantangan, lincah dalam mengatasi persoalan, kuat dalam menghadapi goncangan, dan tegar menghadapi badai ujian.
Saat bulan puasa adalah saat yang tapat untuk melatih dan menahan diri. Melawan nafsu, menahan emosi, mengekang diri. Dan, kebiasaan positif tersebut akan menjadi salah satu cara untuk menguatkan diri untuk memperkeras mentalitas. Sehingga, mentalitas yang mumpuni akan mengasah diri agar kita jadi manusia unggulan dalam berbagai kesempatan. Keras pada diri sendiri akan mengantarkan kita sebagai pemenang dalam kehidupan.
Terus-lah lakukan, tegas dalam melangkah, tekad yang kuat, maka sekeras apapun tembok penghalang ditaklukkan.
Pernahkan anda mempunyai impian sejati ?, Ataukah saat ini anda sedang mempunyai impian sejati?. Atau jangan-jangan yang ada dalam pikiran anda saat ini bukan impian, tetapi hanya keinginan saja?.
Bedakan antara keinginan dengan impian. Banyak orang yang mengatakan impian saya ini, atau itu; tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah hanya keinginan belaka, bukanlah impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalau bisa dapat ya syukur, kalau nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa Pajero Sport , kalo nggak, Xenia juga gak apa-apa.

Ada juga kelompok orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya hampir mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Kontribusi campur tangan kita sangat kecil, atau bahkan mungkin tidak ada. Sedangkan Impian tidak seperti itu, impian mempunyai target tertentu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.
Pasti kita sering memperhatikan bagaimana anak kecil mempunyai Impian, atau kalau ingat bagaimana impian kita dulu waktu kecil. Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi, Astronot, pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?
Tetapi sangat disayangkan, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.
Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik. Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.
Yang lebih mengkhawatirkan, ada juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab TIDAK TAHU. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `MATI’. Mungkin orang-orang tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.
Tidak ada niat Tuhan kecuali memuliakan kita.
Tuhan Maha Penyayang ……
Tuhan tahu apapun yang terjadi sebelum terjadi, dan kalau terjadi berarti sudah dengan restu Tuhan.
Maka sesuatu nilai yang kita rasakan, yang menyedihkan di hati itu sebenarnya perbaikan, yang rasanya tidak enak yang diijinkan Tuhan terjadi.
Berlakulah penuh kasih lalu perhatikan apa yang terjadi, karena Tuhan mensponsori kebaikan.
Orang yang mengerti dengan kehidupannya, mungkin harus memeriksa bahwa dia terlalu sibuk tentang kepentingannya sendiri …
Dan tidak khawatir tentang kesejahteraan orang lain.
Ketika mengurus orang lain, kita lupa dengan urusan kita dan itulah yang diinginkan Tuhan.
Lupalah dengan tentang dirimu sendiri supaya Tuhan yang mengurusnya.
Sibuklah mengurus kebaikan orang lain. Jadilah pribadi yang penuh kasih.

KEBERANIAN PERTAMA adalah MEMIMPIKAN
KEBERANIAN KEDUA adalah MEMPERSIAPKAN

Apapun yang terjadi, Naik !!
Setiap kita mau naik, kita selalu mendapat banyak kesulitan karena kita masih di bawah …
Orang yang mau naik ada masalah karena masih di bawah dan orang dibawah itu tidak enak , sering disuruh-suruh, dipaksa .
Maka jangan lama-lama dibawah , segerakan naik !
Pastinya tidak enak karena di atas ada yang tidak suka Anda

KESULITAN DATANG BERSAMA KEMUDAHAN

Nikmati kesulitan, Nikmati masalah karena Tuhan memberikan masalah supaya kita mendapatkan kemampuan baru.
Jangan seperahu dengan kambing, karena kambing kambing hanya mengembek, rewel, tidak bisa dinasehati.
Jangan menangkan kebahagiaan Anda dari kebaikan orang lain kepada Anda
Jangan menggantungkan kebahagiaan dari kawan-kawan Anda
Anda tetap bisa bahagia walaupun mereka jelek. Salah satu keindahan dari sukses adalah membuktikan bahwa mereka salah.
Untuk membuktikan mereka salah, bukan dengan menunjukkan mereka salah, tetapi dengan melakukan yang benar.
Orang hebat itu meskipun dikomentari, ditakut-takuti dia tetap jalan ….
Manusia itu lebih mudah mengeluh daripada merubah.
Lebih mudah menangis daripada bergembira.
Lebih mudah berprasangka buruk daripada berprasangka baik.
Padahal jalan terpendek menuju hadiah Tuhan adalah menerobos hambatan.
Orang yang marah karena kesalahan kita.
Jalan terpendek untuk memperbaiki kesalahan adalah datang meminta maaf.
Jadilah orang yang pandai berdoa bukan pandai meminta.

Hidup itu masih panjang dan pelik, kenapa Anda pelikkan sekarang ?

Yang mengabaikan masalah tidak pernah belajar
Dia akan mengulangi masalah yang sama,
Yang membuat kita marah tentang kesalahan, bukan karena kita membuat kesalahan ….
tapi karena kita cenderung membuat kesalahan yang sama.

MASALAH ADALAH TANDA PENGHORMATAN DARI TUHAN

Perpisahan walaupun untuk kebaikan tetap pedih
Harus ada sesuatu yang mati dalam hidup kita, untuk sesuatu yang baik tumbuh & berkembang.

Anda tidak bisa membiarkan kebiasaan buruk yang merusak kesehatan, tetapi sambil Anda membangun kesehatan.
Untuk meninggalkan keburukan itu sedih, karena kita sudah lama menyimpan keburukan itu.

Apapun yang terjadi, Naik!!
Masalah adalah rahmat yang tidak enak rasanya, Kesulitan adalah berkah yang kita belum mengerti tujuannya.

Mudah-mudahan dengan tahun yang semakin menua, kita menjadi pribadi yang bijak, yang membuat keputusan-keputusan tepat.
Sehingga kehidupan kita menjadi lebih cepat, sebagaimana yang diinginkan oleh Tuhan.