BAHAGIA

Bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?
BAHA
Sebagaimana yang telah banyak disampaikan, kebahagiaan hanya akan dicapai kalau kita mau melakukan pencarian ke dalam. Namun, itu semua tidak dapat Anda peroleh dengan cuma-cuma. Anda harus mau membayar harganya.
Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko. Nama toko itu adalah ”Toko Kebahagiaan.”

Di sana tidak ada barang yang bernama ”kebahagiaan” karena ”kebahagiaan” itu sendiri tidak dijual. Namun, toko ini menjual semua barang yang menjadi bahan pokok kebahagiaan, antara lain:
kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, kasih sayang, kejujuran, kepasrahan, dan rela memaafkan.

Inilah ”bahan pokok” yang Anda perlukan untuk mencapai kebahagiaan.
Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi.
Yang dijual di sini adalah benih. Jadi, kalau Anda tertarik untuk membeli ”kesabaran” Anda hanya akan mendapatkan ”benih kesabaran.” Karena itu, segera setelah Anda pulang ke rumah Anda harus berusaha keras untuk menumbuhkan benih tersebut sampai ia menghasilkan buah kesabaran.

Dalam setiap benih yang Anda beli di toko tersebut mengandung sejumlah persoalan yang harus Anda pecahkan. Hanya bila Anda mampu memecahkan persoalan tersebut, Anda akan menuai buahnya. Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya. ”kesabaran tingkat 1,”misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas, atau pengemudi bus yang ugal-ugalan. ”Kesabaran tingkat 2” berarti menghadapi atasan yang sewenang-wenang, atau
kawan yang suka memfitnah. ”Kesabaran tingkat 3”, misalnya, adalah menghadapi anak Anda yang terkena autisme.
Ada juga menu yang lain misalnya ”bersyukur.”
”Bersyukur tingkat 1” adalah bersyukur di kala senang, sementara
”Bersyukur tingkat 2” adalah bersyukur di kala susah.
”Kejujuran tingkat 1,” misalnya, kejujuran dalam kondisi biasa, sementara
”Kejujuran tingkat 2” adalah kejujuran dalam kondisi terancam.
Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ”Toko Kebahagiaan”.
Perlu diperhatikan, setiap produk yang dijual di toko tersebut berbeda-beda harganya sesuai dengan kualitas karakter yang ditimbulkannya. Yang termahal ternyata adalah ”kesabaran” karena kesabaran ini merupakan bahan baku dari segala macam produk yang dijual di sana.

Seorang filsuf Thomas Paine pernah mengatakan, ”Apa yang kita peroleh dengan terlalu mudah pasti kurang kita hargai.
Hanya harga yang mahallah yang memberi nilai kepada segalanya. Tuhan tahu bagaimana memasang harga yang tepat pada barang-barang yang dimiliki-nya.”

Dengan cara pandang seperti ini kita akan menghadapi masalah secara berbeda. Kita akan bersahabat dengan masalah. Kita pun akan menyambut setiap masalah yang ada dengan penuh kegembiraan karena dalam setiap masalah senantiasa terkandung ”obat dan vitamin” yang sangat kita butuhkan.

Dengan demikian Anda akan ”berterima kasih” kepada orang-orang yang telah menyusahkan Anda karena mereka memang ”diutus” untuk membantu Anda. Pengemudi yang ugal-ugalan, tetangga yang jahat, atasan yang sewenang-wenang adalah peluang untuk membentuk kesabaran. Penghasilan yang pas-pasan adalah peluang untuk menumbuhkan rasa syukur. Suasana yang ribut dan gaduh adalah peluang untuk menumbuhkan konsentrasi. Orang-orang yang tak tahu berterima kasih adalah peluang untuk menumbuhkan perasaan kasih tanpa syarat. Orang-orang yang menyakiti Anda adalah peluang untuk menumbuhkan kualitas rela memaafkan. Dan dengan semua inilah Anda Membayar Harga Kebahagiaan.

Sebagai penutup marilah kita renungkan ungkapan berikut ini:
”Aku memohon kekuatan, dan Tuhan memberiku kesulitan-kesulitan untuk membuatku kuat.
Aku memohon kebijaksanaan, dan Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan.
Aku memohon kemakmuran, dan Tuhan memberiku tubuh dan otak untuk bekerja.
Aku memohon keberanian, dan Tuhan memberiku berbagai bahaya untuk aku atasi.
Aku memohon cinta, dan Tuhan memberiku orang-orang yang bermasalah untuk aku tolong.
Aku mohon berkah dan Tuhan memberiku berbagai kesempatan.
Aku tidak memperoleh apapun yang aku inginkan, tetapi aku mendapatkan apapun yang aku butuhkan.”

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya.