IMPIAN

Pernahkan anda mempunyai impian sejati ?, Ataukah saat ini anda sedang mempunyai impian sejati?. Atau jangan-jangan yang ada dalam pikiran anda saat ini bukan impian, tetapi hanya keinginan saja?.

Bedakan antara keinginan dengan impian.  Banyak orang yang mengatakan impian saya ini, atau itu; tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah hanya keinginan belaka, bukanlah impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalau bisa dapat ya syukur, kalau nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa Pajero Sport , kalo nggak, Xenia juga gak apa-apa.

Ada juga kelompok orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya hampir mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Kontribusi campur tangan kita sangat kecil, atau bahkan mungkin tidak ada. Sedangkan Impian tidak seperti itu, impian mempunyai target tertentu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.

Pasti kita sering memperhatikan bagaimana anak kecil mempunyai Impian, atau kalau ingat bagaimana impian kita dulu waktu kecil. Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi, Astronot, pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?

Tetapi sangat disayangkan, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’  membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik. Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.

Yang lebih mengkhawatirkan, ada juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab TIDAK TAHU. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `MATI’. Mungkin orang-orang tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.

Ada satu kisah menarik yang bisa dijadikan pelajaran, tentang impian sejati ini. Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.

“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-ronta, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan akhirnya ia bisa lepas dari tekanan orang tua tersebut.

“Hai Pak Tua, apa yang barusan bapak lakukan, dengan cara ini Bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. “Udara, Ya yang paling saya inginkan saat itu adalah udara”. Jawab si anak muda.

“Hmmm…, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?” tanya si orang tua itu lagi.

“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya tadi, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air”  jelas si anak muda.

“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.

Sudahkah Anda Memiliki Impian Sejati ?, hanya anda yang tahu dan hanya anda yang bisa mewujudkannya.